Posted on

Tahun 2010 menjadi momen kelam dalam sejarah penghargaan pemain terbaik dunia, Ballon d’Or. Keputusan penyelenggara memberi tambahan trofi kepada bintang Barcelona, Lionel Messi, menuai kontroversi besar-besaran.
Perlu diketahui bahwa Messi telah capai enam trofi Ballon d’Or di sepanjang karirnya – terbanyak sepanjang sejarah. Selain di th. 2010, ia juga memenangkannya pada th. 2009, 2011, 2012, 2015, dan 2019.
Juara Ballon d’Or ditentukan oleh hasil pemungutan nada di kalangan jurnalis sepak bola, pelatih dan pemain. Hasilnya, Messi sukses muncul sebagai pemenang bersama dengan keseluruhan nada sebanyak 22,65 persen.
Keputusan selanjutnya menyebabkan kontroversi. Sebab dua pesaingnya yang juga merupakan pemain Barcelona pas itu, Andres Iniesta dan Xavi, diklaim lebih pantas untuk capai trofi individual tersebut.

2010 sebenarnya tidak mampu disebut sebagai th. terbaik di sepanjang sejarah Messi. Ia hanya menolong Barcelona memenangkan gelar La Liga – unggul tiga angka dari Real Madrid – dan Supercopa de Espana.

Berbeda bersama dengan Iniesta dan Xavi. Keduanya sebenarnya hanya mampu menolong Barcelona juara La Liga. Namun pencapaian mereka bersama dengan Timnas Spanyol, yang memenangkan Piala Dunia, tidak mampu diremehkan.

Kontribusi Iniesta kepada La Furia Roja pun tak boleh dipandang sepele. Ia menjadi sentral permainan Spanyol yang pas itu diasuh Vicente del Bosque, bahkan menjadi penentu kemenangan atas Belanda di partai final.

Sementara itu Messi, bersama dengan Argentina, tersingkir di babak perempat final usai dibantai Jerman bersama dengan skor 0-4. Tidak heran kalau keputusan Ballon d’Or memenangkan Messi menjadi kontroversi. Bahkan tempat Spanyol, Marca, menyebut kalau trofi Ballon d’Or telah ‘dicuri’.
Seiring berjalannya waktu, momen kemenangan Messi di ajang Ballon d’Or 2010 menjadi terlupakan. Sampai sesudah itu pada th. 2018, isu selanjutnya kembali terangkat lantaran editor France Football melontarkan permintaan maaf untuk Andres Iniesta.

“Maafkan kami, Andres,” tulis sang editor, Pascal Farre. “Buat kami, dia bukan sekadar pemain. Pengorbanannya untuk tim membuatnya kehilangan pengakuan individual yang lebih besar,” sambungnya.

“Ini sangat menyakitkan. Kami hanya mampu berharap dia memperoleh perjalanan yang spesial dalam ajang Piala Dunia di Rusia dan melakukan perbaikan anomali dalam proses demokrasi ini,” tutup Ferre.
Jikalau ada yang pantas dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or pada th. 2010 selain Iniesta, maka Wesley Sneijder adalah jawabannya. Pemain berkebangsaan Belanda selanjutnya juga punya catatan yang bagus di th. itu.

Pada level klub, Sneijder sukses mempersembahkan treble kepada Inter Milan usai memenangkan gelar Liga Champions. Ia bahkan menolong timnya mengalahkan Barcelona dalam laga final, di mana Iniesta, Xavi dan Messi turut serta.

Peran Sneijder sangat besar dalam kesuksesan Inter Milan menjadi tim Italia pertama yang dulu capai treble. Raihan runner-up Piala Dunia bersama dengan Timnas Belanda pun tidak mampu dipandang sebelah mata.

Sneijder bermain hingga akhir perpanjangan pas dan menyaksikan bagaimana Iniesta menjebol gawang timnya. Namun, jangankan menjadi juara, nama Sneijder pun tidak muncul dalam tiga besar Ballon d’Or.

Baca Juga:Selain Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, Siapa Lagi yang Pantas Meraih Ballon d’Or?Masuk dalam Dream Team Ballon d’Or, Ini Kata Lionel Messi dan Cristiano RonaldoBallon d’Or Dream Team: Ronaldo dan Messi Bergabung bersama dengan Pele serta MaradonaFrancesco Totti Tak Pernah Raih Ballon d’Or, Legenda Serie A Ini Terheran-heranFantastis! 44 Legenda LaLiga Berebut Kesempatan Masuk Dream Team Ballon dOr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *